Peran Penting Imunisasi Untuk Kesehatan Bayi dan Balita

Peran Penting Imunisasi Untuk Kesehatan Bayi dan Balita  Di zaman yang perkembangan dunia medisnya semakin canggih, pemberian imunisasi untuk bayi harus tetap di berikan meskipun efek sampinya membuat bayi jadi demam. Ada banyak imunisasi yang harus di berikan kepada bayi untuk mencegah penyakit yang membahayakan bayi dan memberikan banyak manfaat untuk bayi itu sendiri. Di bawah ini kami sudah merangkumbeberapa imunisasi yang harus di berikan kepada bayi lengkap dengan manfaat dan waktu pemberian imunisasinya.

Sebelum berlanjut ke ulasan daftar imunisasi untuk bayi, perlu anda ketahui bahwa ada dua macam imunisasi untuk bayi yaitu imunisasi wajib dan imunisasi tambahan. Berikut penjelasannya :

 

Ilustrasi imunisasi

 

  1. Pemberian Imunisasi Wajib

BCG

Vaksin BCG bisa di berikan saat bayi baru lahir dan di ulangi saat anak usia 5 tahun dan 10 tahun dengan cara menyuntikkan di bagian lengan atas. Ini sangat penting untuk mencegah penyakit Tuberkulosis (TBC) yang menyerang paru-paru akibat penularan lewat percikan ludah saat batuk, bersin, berbicara, dan pernafasan.

Campak

Campak atau Tampak adalah penyakit yang menular lewat pernafasan penderitanya yang di tandai dengan ciri timbulnya bintik-bintik merah dan panas tubuh yang tinggi. Penyakit yang bisa menyebabkan diare, radang otak, kejang akibat panas tinggi, dan radang paru-paru ini sangat berbahaya untuk anak dan bayi. Pemberian vaksin campak ini di lakukan saat anak usia 9 hingga 14 bulan dan di ulangi dengan vaksin tambahan yaitu vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella/Campak Jerman).

DPT

Vaksin DPT bisa di berikan lewat suntikan pada paha pada anak usia 3 bulan yang harus di ulangi setiap 5 tahun. DPT sendiri adalah singkatan dari Difteri, Petutis, dan Tetanus yang menular lewat percikan ludah saat bersin, bicara atau lewat handuk, saputangan, dan alat makan yang terinfeksi virus ini.

Hepatitis B

Ini adalah penyakit berat akibat virus yang menular lewat jarum seperti alat suntik dan jarum tatto, bisa menular lewat air liur, keringat, serangga seperti nyamuk, dan luka tubuh yang tersentuh oleh benda yang terinfeksi hepatitis B. Penyakit yang belum ada obatnya ini sangatlah berbahaya karena penderitanya hanya akan di berikan perawatan untuk mencegah penyakit komplikasi. Pemberian vaksin hepatitis B ini bisa di lakukan sejak bayi untuk melindungi hingga 96% dalam kurun waktu 5 tahun dan bisa di beri tambahan vaksin untuk memperpanjang daya lindungnya.

Polio

Pemberian vaksin polio bisa dengan 2 cara yaitu vaksin OPV yang di lakukan dengan meneteskan vaksin lewat mulut atau di oral dan yang kedua adalah vaksin IPV yang di berikan lewat suntikan. Vaksin ini bisa di lakukan sejak usia bayi baru 1 minggu dan di lakukan rutin 1 tahun sekali sampai usia anak 5 tahun. Polio sendiri memiliki nama lengkap Poliomielitis yang menyerang syaraf otot hingga otot menjadi kecil dan terjadi kelumpuhan bagi penderitanya,meskiun bisa di sembuhkan, penyakit ini tetap meninggalkan bekasnya yaitupenderita yang pincang seumur hidupnya. Virus ini menular lewat makanan atau minuman yang terkena virus polio dan percikan ludah dari orang yang menderita polio.

  1. Imunisasi Tambahan

Bukan hanya imunisasi wajib saja yang harus di berikan kepada anak atau bayi kita, ada juga imunisasi tambahan yang harus di berikan untuk mencegah banyak penyakit seperti vaksin Hib, Influenza, MMR, PCV, Rota, dan Varicella yang memiliki banyak manfaat kesehatan bagi bayi dan anak kita.

Nah demikianlah informasi dari sayangitubuhmu.com mengenai peran penting Imunisasi untuk kesehatan anak dan bayi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk anda sekalian, sampai jumpa lagi di postingan selanjutnya terimakasih atas kunjungannya.

Incoming search terms:

  • peran imunisasi
  • Apakah peranan imunisasi
  • Apakah peranan vaksin untuk bayi
  • imunisasi sangat penting
  • peranan imunisasi
  • pernanan imunisasi
Peran Penting Imunisasi Untuk Kesehatan Bayi dan Balita | hasan | 4.5